Satu Ismail, Lima Disertasi Bag6

Keduanya menggunakan metodologi yang sama, yakni metode evaluasi penelitian program. Nur Alam memilih BPR Bahteramas sebagai subyek liputan, sementara Nur Endang memilih KB Bahteramas. Tim Evaluasi bahkan menemukan 74 persen bab I disertasi Nur Alam adalah hasil plagiat. Mereka menggunakan software Turnitin untuk mendeteksi kutipan haram dalam lima disertasi itu.

Turnitin adalah teknologi yang membaca apakah kalimat yang ditulis pernah dimuat di situs atau jurnal lain. Ia mengutip dari berbagai media seperti blog, buku, dan disertasi lain tanpa mencantumkan sumbernya. Dari penelusuran Tempo, Nur Alam mengutip nyaris satu paragraf penuh tulisan di blog yang berisi kumpulan berbagai jurnal dan tesis di bab I yang berisi pendahuluan disertasinya.

Pilih yang Mana ?

Inilah beberapa pilihan alat bantu yang dapat digunakan untuk merangsang kemampuan berjalan sendiri pada anak. Sebenarnya, penggunaan alat bantu berjalan un- tuk anak masih memicu pro dan kontra di dunia kedokteran. Ada dokter yang berpendapat, proses belajar berjalan sendiri, hendaknya dilakukan secara natural dan tidak ada satu alat bantu pun yang terbukti secara ilmiah bisa membantu mempercepat anak dalam menguasai kemampuan berjalan sendiri. Tetapi, ada pula dokter yang beranggapan kalau beberapa alat bantu berjalan dapat digunakan untuk melatih anak berjalan. Nah jadi, apakah akan menggunakannya atau tidak, keputusan ada di tangan kita.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

# Walking Assistant Alat ini berbentuk tali yang terhubung dengan kain pengikat di dada dan bawah ketiak. Ikatan di bagian dada bisa diatur tingkat ke kencangannya. Biasanya digunakan sejak si kecil berusia 9 bulan atau disesuaikan dengan kemampuan. Pastikan anak berdiri bukan karena ditahan oleh alat ini, tetapi ia memang berdiri sendiri. Walking Assistant ha nya mencegah anak supaya tidak mudah jatuh. Jangan sampai anak dalam posisi melayang. Alat ini mudah ditemukan di mana saja, mulai toko perlengkapan bayi, seperti Mothercare, hingga pusat belanja online, seperti: lazada.co.id, atau tokopedia.com

# Exersaucer Perlengkapan ini membantu anak untuk belajar berdiri, melompat, dan berputar, namun tetap berada di satu tempat. Umumnya , berbentuk mirip dengan baby walker, tapi tanpa roda, sehingga lebih aman. Ada pula bentuk lainnya. Contoh dari Exersaucer adalah “Around We Go” dan “Jumperoo” dari Bright Starts. Mama juga bisa melatih ke kuatan kaki anak sambil bermain memakai “Giraffe Trampoline” buatan Early Learning Centre (ELC). Namun, karena posisinya yang hanya diam di satu tempat, mungkin bisa membuat anak mudah bosan. Untuk itu, diperlukan kreativitas Mama agar permainan menjadi terus menarik hati si kecil.

# Push Walker Semacam mainan yang bisa didorong dengan berbagai bentuk, misalnya kereta, mobil, troli, dan lainnya. Alat ini dapat memicu anak untuk mendorong sambil berpegangan de ngan cara menyenangkan. Pastikan untuk mendampingi anak di sampingnya, karena anak bisa terlalu kencang mendorong ke depan atau terjerembap ke belakang bila tidak berhati-hati. Produk “Stride To Ride Lion” dari Fisher Price yang tersedia di toko peralatan anak dan hypermarket seperti Lotte Mart ini, bisa menjadi pilihan Mama. Selain bisa didorong, anak juga dapat menaikinya. Warna, lekuk, serta bentuk yang menarik membuat fase belajar berjalan jadi terasa lebih menyenangkan. Juga, bisa merangsang motorik halus, keseimbangan, dan koordinasi anak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Menghubungkan Indonesia, Membangun Perekonomian Daerah Bag2

Kondisi ini adalah imbas dari kebijakan pemerintah yang telah mendorong peningkatan konektivitas antardaerah di Indonesia melalui pembangunan infrastruktur transportasi dan logistik. Ini pula yang mendorong daya saing infrastruktur Indonesia dalam Global Competititveness Report yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF), naik peringkat dari posisi ke-62 pada 2015 menjadi peringkat ke-60 pada 2016. Pembangunan sektor transportasi Indonesia saat ini hampir merata, baik darat, laut, udara, maupun kereta api.

Ada sejumlah program pembangunan yang tengah dijalankan, antara lain pembangunan tol laut, pelabuhanpelabuhan baru, pembangunan bandar udara (bandara) baru dan merevitalisasi bandara lama, MRT dan kereta cepat, serta pembangunan tol yang menghubungkan antarprovinsi. Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan salah satu hal menggembirakan dari pembangunan infrastruktur transportasi tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa, tapi juga di berbagai daerah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau disebut 3T.

Cara Hentikan Ngempeng Anak

Kalau di usia batita si kecil masih ngempeng, mulai bujuk ia untuk tidak lagi menggunakannya. Terus-terusan ngempeng akan mengganggu pertumbuhan gigi, wicara, hingga sosialisasinya. Mengisap sesuatu memang membuat balita nyaman dan tenang. Bahkan waktu janin, mungkin Mama ingat saat diperiksa dengan USG, di layar, janin tampak asyik mengisap jempolnya?

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Nantinya setelah lahir, mengisap ini ternyata refl eks yang membantu si kecil untuk bisa pintar mengisap ASI. Ya, kebiasaan mengisap ternyata merupakan cara dan upaya alami bayi untuk mendapatkan rasa tenang dan nyaman di dunia baru di luar rahim Mama, yang belum terlalu dikenalnya. Alasan inilah yang mendasari para Mama yang pro alias setuju memberikan empeng (pacifier) kepada bayinya.

Di lain pihak, karena hasrat mengisap yang sudah terpuaskan melalui dot atau empeng, bayi jadi malas mengisap puting payudara Mama. Inilah alasan mereka tidak setuju memberi dot. Sebagai jalan tengah, Dr. Cynthia R. Howard, MPH, dokter spesialis anak dari The University of Rochhester School of Medicine and Dentistry, New York, (AS) mengatakan, ASI melalui dot dan pemberian empeng sebaiknya digunakan pada usia 10-12 bulan, dan saat Mama tidak berada di rumah. Howard juga mengatakan, setelah masuk usia batita, sebaiknya dot diganti dengan gelas, dan empeng harus ditinggalkan.

Gangguan Tak Perlu

Pengertian empeng atau ngempeng, secara harafi ah sebetulnya berarti mengisap dot kosong tanpa susu. Namun kadang pengertian ini kadang dirancukan juga dengan kebiasaan untuk mengisap benda-benda lain. Seperti mengisap jempol (thumb sucking), pilinan selimut dan bisa juga mengisap ujung bantal.

Hal ini lantaran ngempeng maupun mengisap jempol biasanya diikuti pula dengan kebiasaan memilinmilin selimut, mengisap pinggiran bantal, ataupun mendekap boneka dekilnya. Ngempeng berawal dari kebiasaan sejak bayi yang terus dibawa hingga besar, mengingat refleks yang muncul di awal kehidupan bayi adalah refleks mengisap. Entah mengisap ASI maupun mengisap susu dari botol. “Saat menyusu, bayi akan merasa nyaman karena berada didekat dada ibunya.

Sumber : https://eduvita.org/

Kerja Bersama Mewujudkan Konektivitas Indonesia

Konektivitas antardaerah menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bukan hanya kelancaran mobilitas orang dan barang, keterhubungan antardaerah juga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah serta mengangkat harkat masyarakatnya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pertumbuhan sektor perhubungan cukup menggembirakan karena mencapai angka di atas tujuh persen atau di atas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional.

Artinya dukungan sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi semakin baik. Pertumbuhan diprediksi akan lebih baik lagi seiring dengan proyek-proyek infrastruktur yang saat ini tengah dibangun. “Saat ini kami sedang mengerjakan banyak pelabuhan dan bandara (bandar udara), tidak hanya di kota-kota di Jawa tapi juga di luar Jawa,” katanya, Senin, 11 September 2017.

Katanya, Induksi Bisa Picu Autisme

Tahun lalu, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Duke University di Durham melaporkan, bayi yang lahir dengan persalinan induksi mengalami peningkatan risiko autisme. Menurut Simon Gregory, sang peneliti, 27% lebih anak-anak yang lahir dari ibu dengan proses persalinan induksi, augmentasi, atau keduanya, berisiko terkena autisme. Penelitian tersebut menggunakan data kelahiran lebih dari 600 ribu anak yang lahir pada 1990-1998 di North Carolina, termasuk 5 ribu data anak yang didiagnosis autisme.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Induksi merupakan prosedur medis yang menghadirkan kontraksi rahim sebelum rahim menunjukkan tanda tanda kelahiran atau sebelum terjadinya kontraksi. Sedangkan augmentasi ialah prosedur yang mempercepat persalin an dimana rahim sudah mengalami kontraksi terlebih dahulu namun ber jalan lambat.

Dari penelitian itu terungkap, paparan hormon oksitosin yang digunakan dalam induksi persalinan dapat memengaruhi sistem saraf bayi, yang mungkin saja berpengaruh dalam peningkatan risiko autisme. Terlebih bila ditambah dengan kondisi kesehatan ibu yang bisa memperbesar risiko tersebut, seperti: usia, diabetes selama kehamilan, dan kelahiran prematur. Waduh! Coba, mamil mana yang enggak ciut hatinya mengetahui hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics pada 2014 itu?

TIDAK TERBUKTI Tenang, Ma, sudah ada studi terbaru yang menjelaskan bahwa induksi tidak meningkatkan risiko autisme pada anak. Studi terbaru tersebut dideklarasikan pada konferensi tahunan Society for Maternal-Fetal Medicine pada 5 Februari 2015 di San Diego. Peneliti mengungkap, proses induksi tidak berkaitan dengan peningkatan gangguan autisme pada anak. Para peneliti yang merupakan dokter serta psikolog dari University of Utah tersebut menggunakan dan menganalisis data anak-anak kelahiran 1998-2006.

Setelah membandingkan 2.500 anak dengan gangguan autisme dan 166 ribu anak tanpa autisme, ditemukan bahwa anak-anak yang terkena induksi persalinan, augmentasi, atau keduanya, TIDAK mengalami pe ningkatan peluang autisme, baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Bahkan, peneliti telah menyesuaikan dengan faktor-faktor penting lain, seperti: kesehatan sang mama, status ekonomi keluarga, kondisi selama kehamilan, serta tahun kelahiran. Dengan begitu, studi terbaru berjudul “Autism Spectrum Disorder and Induced/Augmented Labor: Epidemiologic Analysis of a Utah Cohort” ini dianggap lebih valid dan relevan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Ketika Si Kecil Batuk Bag3

RESEP MURAH MERIAH “Jika si kecil sakit, orangtua sedih. Kalau kena batuk, dia belum bisa mengeluarkan dahaknya sendiri. Kasihan, kan jadi tersiksa. Berikut ada cara murah meriah untuk atasi permasalahan itu. Sediakan baskom ukuran sedang, isi air hangat secukupnya, teteskan minyak telon/ minyak kayu putih, lalu siapkan handuk kecil. Letakkan baskom di bawah kaki Mama, kemudian rebahkan si kecil di paha Mama dengan posisi wajahnya menghadap baskom, ya. Uap akan terhirup dengan sendirinya oleh si kecil. Setelah lama terhirup, dengan sendirinya lendir akan keluar dari hidung dan mulut. Coba deh.” Neti purdianti, mama dari Arsyila Byanka R (8,5 bulan)

 

Ketika Si Kecil Batuk

DITEPUK-TEPUK “Alhamdulillah, anakku jarang terkena batuk. Tapi pas sakit batuk, kasihan lihatnya. Kalau sudah batuk, selain tidurnya terganggu, istirahatnya juga berkurang. Jadinya dia rewel. Walau demikian, saya tidak pernah memberinya obat batuk. Saya hanya memberikannya ASI, juga mengoleskannya balsam penghangat untuk bayi usai mandi dan saat tidur, lalu ditepuk-tepuk. Setelah itu biasanya keluar dahak atau lendirnya. Paginya juga saya jemur sambil ditepuk-tepuk bagian punggung dekat leher agar dahak keluar.” Sulastri, mama dari Raditya Yodha Sayekti (20 bulan)

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

DIBERI BUAH BUAHAN SEGAR “Anak-anakku ceria dan aktif. Alhamdulillah, anakku jarang sa kit karena ke duanya aku beri ASI. Tapi kalau daya tahan tubuhnya sedang drop karena cuaca ekstrem atau polusi, anakku batuk juga. Kadang kalau Danis batuk sampai muntah, lalu lemas, deh. Kalau sudah begitu, saya ka sih makanan bervitamin tinggi, seperti: buah-buahan segar, banyak minum air putih dan mengurangi makanan yang memicu batuknya.” Novieta, mama dari Danish Faeyza Alvian (4,7)

DIBERI JERUK NIPIS “Jika Si Kakak batuk, saya punya obat andalan, yaitu jeruk nipis yang diperas airnya lalu dicampur air hangat. Kakak Nayoda sangat suka jika saya membuatkan jeruk nipis hangat. Katanya, enak! He he… bagaimana tidak enak? Jeruk nipis hangatnya saya beri tambahan madu. Selain jeruk nipis hangat, jahe pun bisa lo menjadi obat. Cara membuatnya, pipihkan jahe lalu rebus dengan dua gelas air. Setelah mendidih tambahkan madu. Kalau kata Kakak Nayoda, bikin hangat tenggorokan.” Indri Syakira, mama dari Nayoda Zadran Alkarakhi (3)

GARA-GARA AYAH waktu itu ayah flu, saya minta untuk jauh jaih dari si kecil  Tapi, namanya juga ayah, saat rasa kangen memuncak, dia mencium Delta dan menggendongnya tanpa sepengetahuan saya. Malam harinya Dedek Delta tidur nya nggak nyenyak. Esoknya, hidungnya mampat, lalu batuk, dan terdengar suara grok-grok saat bernapas. Saya ajak si kecil ke bi dan dan dianjurkan untuk memperbanyak ASI. Paginya saya jemur dia sambil dipangku. Alhamdulillah, seminggu kemudian Delta sembuh tanpa obat.” Yuyun Churnia, mama dari Delta Rizky Langit Ramadhan (3 bulan)

WiFi Kuat dan Kencang

I ngin menyebar koneksi internet yang kuat ke seantero rumah? Perangkat ini jawabannya. Biasanya, rumah-rumah sudah berlangganan koneksi internet unlimited, baik lewat kabel optik seperti Firstmedia ataupun kabel telepon seperti Speedy Telkom. Nah, kedua sumber internet tersebut bisa disebar ke perangkat lain lewat koneksi WiFi. Jadi, kita bisa akses internet dari sisi mana saja di rumah, baik lewat smartphone, tablet, maupun laptop. Secara teori, kecepatannya juga sangat memadai yaitu 300 Mbps. Tentu saja saat pemakaian, kecepatan maksimal tersebut akan turun karena hambatan benda, tembok, naik turun tegangan, dan lainnya. Tentu sudah diketahui, kecepatan tersebut hanya aliran data dari modem router ke perangkat.

WiFi Kuat dan Kencang

Jadi jika kecepatan sumber internet Speedy 1 Mbps, maka bukan berarti kecepatannya ke Youtube menjadi 300 Mbps atau kurang, tapi tetap 1 Mbps atau malah berkurang. Modem router yang satu ini berukuran sedikit besar, dengan dua antena yang bisa ditekuk dan diputar 180 derajat, untuk mendapatkan sinyal terbaik. Bodinya terbuat dari plastik ringan dan terkesan kurang kokoh, dengan banyak lubang ventilasi di samping dan bawahnya. Di belakang, berderet port koneksi, yaitu port ADSL, 2 port ethernet, port power supply, tombol power, dan reset. Instalasi Mudah Untuk koneksi ke modem DSL seperti Speedy, pasang ADSL microfi lter yang disertakan dalam boks penjualan. Gunakan kabel telepon yang juga tersedia, ke line telepon rumah. Di ujung ADSL microfi lter, ada dua output, ADSL dan phone.

Port Phone arahkan ke pesawat telepon rumah, sedangkan port ADSL hubungkan ke port ADSL di modem router. Sementara jika yang dimiliki adalah kabel modem seperti Firstmedia, maka gunakan kabel ethernet warna kuning yang sudah tersedia, ke port LAN1 atau LAN2 yang berwarna kuning di modem router. Lalu hubungkan listrik di modem router. Tunggu hingga lampu indikator Power berwarna hijau, tanda modem router sudah aktif. Untuk menghubungkan ke laptop ada dua cara, lewat port ethernet (RJ45) atau lewat WiFi. Untuk koneksi lewat WiFi, gunakan nama WiFi dan passwordnya, yang sudah tertempel di bawah modem router. Untuk login ke modem router, masuk ke www.routerlogin.net, dan gunakan username dan password di bawah modem.

Jika sudah masuk, pilih ADVANCED > Setup > WAN Setup. Lalu dari menu WAN Preference, pilih ‘Must use Ethernet WAN’ dan klik Apply. Selama pemakaian, ada cara mudah mengetahui apakah semuanya berjalan lancar, yaitu lewat kedipan lampu indikator. Semua port yang tersedia sudah diberikan lampu indikator. Jika lampu Power hijau penuh, maka modem router berfungsi normal. Indikator internet hijau penuh menandakan modem router terhubung ke internet, jika berkedip hijau tandanya port internet mengirim/menerima aliran data, serta jika lampu mati maka tak terhubung ke internet. Lampu WiFi hijau penuh artinya modem router koneksi WiFi normal, berkedip hijau artinya sedang mengalirkan data, dan jika mati maka koneksi WiFi tidak aktif. Lampu ethernet juga mengartikan hal senada. Sementara lampu DSL hijau penuh berarti modem router sudah terhubung ke modem DSL, dan jika berkediap artinya modem router sedang mencoba kecepatan optimal yang bisa didapat ke jalur DSL.

Ekspresikan Selera Pribadi Saat Memilih Situs Judi

Ekspresikan Selera Pribadi Saat Memilih Situs Judi – Pernahkah Anda mengunjungi beberapa kafe ternama yang tersebar di sudut kota? Mungkin Anda akan merasa familiar dengan pemandangan ini: dinding dihiasi ilustrasi nyeni beraneka warna. Bahkan, dinding-dinding ini dapat menjadi focal point yang memikat pengunjung untuk mengeluarkan smart phone dari saku, lalu mulai berfoto-foto. Ya. Sama halnya dengan tren fesyen yang berputar bak roda, dinding lukis—atau yang biasa disebut dengan mural—memang tengah menjadi tren interior kembali. Padahal, sebenarnya mural telah dikenal sejak zaman prasejarah. Terdapat lukisan gua di Lascaux, bagian selatan Perancis. Diduga, lukisan gua ini diciptakan sejak 31.500 tahun lalu oleh manusia prasejarah sebagai cara berkomunikasi dan menyimpan memori.

Ekspresikan Selera Pribadi Saat Memilih Situs Judi

Sesuai perkembangannya, para seniman Eropa di abad pertengahan sering mengaplikasikan mural pada dinding dalam bangunan, khususnya pada bangunan-bangunan bergaya Baroque, Rococo, dan Renaissance. Di masa lalu, mural klasik memang lebih sering menghiasi ruang dalam. Namun, beberapa tahun belakangan, mural menjadi salah satu media masyarakat urban untuk beropini di jalanan dan ruang luar lainnya—khususnya menyangkut kasus sosial dan politik. Oleh karena itu, banyak seniman mengategorikannya sebagai street art, atau seni jalanan. Tak jarang orang menyamakannya dengan grafiti. Meskipun kenyataannya, grafiti lebih banyak berperan dalam kata-kata dibandingkan gambar.

Aliansyah Caniago, seorang seniman yang sering berkutat dalam dunia mural, mengungkapkan bahwa proses pembuatan dinding lukis di interior bersifat lebih privat. “Biasanya sih tergantung pada selera pengguna atau penghuni ruang, beda banget sama mural di outdoor yang harus memikirkan konteks lingkungan,” ucap Alin—panggilan akrab dari Aliansyah. Ketika proses melukis dinding, biasanya Alin berusaha mengenal karakter penghuni dulu, baru menyesuaikannya dengan karakter interior. “Rumitnya, saat melukis mural di dalam ruang, saya harus memikirkan konsep yang spesifik, berhubung para penikmatnya pun spesifik, kan?” ujar pria yang mengenyam pendidikan di Jurusan Seni Murni Institut Teknologi Bandung ini. Layaknya bidang seni lainnya, mural selalu berkembang sesuai zaman.

Meskipun medianya selalu sama, yakni bagian dinding atau tembok bangunan, bahannya bisa bermacam-macam. “Bahkan, saya pernah lihat mural yang memakai kaca warna-warni juga, lho! Biasanya sih, material-material seperti itu menyesuaikan dengan konsep interior di sekelilingnya,” ucap Alin menjelaskan. Ingin menggunakan dinding lukis atau mural di salah satu area rumah Anda? Atau, bahkan, Anda ingin mencoba membuatnya sendiri, demi menyalurkan bakat seni Anda? Dalam uraian berikut, Tabloid RUMAH akan membagikan sejumlah langkah, tip serta trik yang bisa Anda lakukan dalam proses pembuatan dinding lukis di rumah Anda. Selamat mencoba!