Laptop Spesifikasi Tinggi untuk Download Film di GudangMovie

Laptop Spesifikasi Tinggi untuk Download Film di GudangMovie – Jakarta, 30 September – Menjelang kuartal terakhir di 2015, ASUS Indonesia menyegarkan jajaran produk andalannya di segmen gaming yakni Republic of Gamers (ROG). ASUS Indonesia menyatakan bahwa kehadirkan beragam model produk ROG ini disiapkan untuk menyasar seluruh segmen gamer mulai dari pro gamer, hardcore gamer, core gamer, hingga casual gamer. ASUS Indonesia tidak hanya menghadirkan penyegaran terhadap produk notebook ROG tapi juga gaming desktop PC ROG mereka. Infinix Hot 2 X510.

Untuk notebook ROG, ASUS Indonesia menghadirkan beragam model yang dikelompokkan berdasarkan ukuran bentang diagonal layarnya. Di ketegori notebook 15 inci, ASUS Indonesia menyajikan seri ROG GL552, ROG G550, dan G501JW. Pada kategori notebook 17 inci, ASUS Indonesia menawarkan ROG G751JY yang hadir sebagai penerus dari seri ROG G750JH dan G750JX. Di lini desktop PC, ASUS Indonesia menyediakan ROG G20 yang hadir dengan bodi ringkas dan lekuk bodi memikat serta tawaran harga mainstream. Di saat yang sama, ASUS Indonesia memperkenalkan model notebook dan desktop PC ROG termutakhir yang masih dalam tahap pengembangan yakni ROG G752 dan gaming desktop PC ROG G11

Pelemahan Rupiah Mulai Pengaruhi Inflasi

JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bakal mulai menyengat inflasi bulan Agustus 2018. Hanya saja dibandingkan Juli 2018, inflasi Agustus 2018 diperkirakan tetap lebih rendah. Berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) mingguan yang dilakukan pekan pertama Agustus 2018, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Agustus sebesar 0,05%. Dengan begitu maka inflasi tahunan Agustus diperkirakan 3,31% year on year (YoY). Proyeksi inflasi Agustus 2018 dari bank sentral itu lebih rendah dibanding inflasi Juli 2018. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulan lalu 0,28% dengan inflasi tahunan sebesar 3,18%.

Lebih rendahnya inflasi, menurut survei BI, terjadi karena adanya penurunan harga pada sejumlah harga pangan. Misalnya, bawang merah, telur ayam, cabai merah. Tapi, ada juga beberapa harga pangan yang mengalami kenaikan, seperti daging ayam, rokok kretek, dan jeruk. Persoalan harga pangan, menurut beberapa ekonom, memang akan mempengaruhi inflasi Agustus. Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, kelompok bahan makanan akan mendorong inflasi karena pelemahan rupiah, mulai terasa dampaknya. “Khususnya, bahan makanan yang diimpor seperti gandum dan kedelai,” kata Lana kepada KONTAN, Kamis (30/8). Oleh karena itu, dia memprediksi, inflasi bulan ini bakal lebih besar dari ramalan BI. Perkiraan Lana, inflasi Agustus akan mencapai 0,17% dan 3,44% YoY. Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro juga memperkirakan, inflasi Agustus di atas proyeksi BI, yakni sebesar 0,14% secara bulanan dan 3,40% secara tahunan.

Menurutnya, beberapa harga makanan naik karena faktor Idul Adha dan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang mahal. Meski begitu, masih ada kemungkinan inflasi lebih rendah dari proyeksi bank sentral karena harga kebutuhan pokok mulai turun. “Inflasi kelompok bahan makanan menjadi sangat rendah, bahkan berpotensi deflasi,” kata Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Damhuri Nasution. Menurutnya, harga-harga kelompok pengeluaran lainnya juga relatif stabil. Dengan demikian, secara keseluruhan laju inflasi bulanan pada bulan Agustus relatif rendah dan terkendali. Proyeksi Damhuri, inflasi Agustus mencapai 0,04% dan 3,29% YoY. Dia bilang, musim tahun ajaran baru bakal menyebabkan kelompok pendidikan mengalami inflasi cukup signifikan. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga melihat kemungkinan deflasi bahan makanan. Namun David memproyeksikan inflasi bulan ini lebih tinggi dari proyeksi bank sentral, yaitu sebesar 0,08% dan 3,34% YoY.

Manfaat BBM Satu Harga

YUSPIN Prihatin, pendatang dari Klaten, Jawa Tengah yang kini menetap di Merauke, Papua tak menyangka usaha ternak ayamnya kini berkembang pesat. Tiap bulan lelaki ini bisa mengantongi omzet hingga Rp 300-an juta per bulan. Padahal, usaha itu dirintis sebagai “pelarian” karena cita-citanya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) honorer tak terwujud. Kesuksesan usaha peternakan itu tak terlepas dari program BBM satu harga yang menyasar Merauke dan kabupaten lain di sekitarnya. Program yang digalakkan Jokowi-Jusuf Kalla itu berhasil menurunkan harga BBM, sama seperti harga di kota-kota di Pulau Jawa. “Di Papua, ternak ayam dan BBM saling berkaitan. Kami sangat butuh minyak tanah untuk memberi suhu panas bagi anak-anak ayam,” jelas Yuspin. Usahanya pun berkembang menjadi jual beli peralatan ternak. Sebelum ada program BBM satu harga, minyak tanah di Merauke bisa mencapai Rp 20.000 per liter. Untuk mendapatkannya pun susah, karena langka. Saat ini, harga di agen maupun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sama, Rp 3.300-Rp 3.500 per liter.

Ade Syahputra, pendatang dari Jakarta yang sudah menjadi warga Timika, Papua sejak 2010 lalu, juga bersyukur program BBM Satu Harga menjadikan biaya hidup di Timika semakin murah. “Dulu bayar ojek untuk berangkat kerja yang hanya 2 kilometer, harus bayar Rp 20.000, sekarang hanya Rp 5.000,” terang Ade. Untuk mendapatkan jasa ojek juga semakin mudah. Sejak harga BBM di Timika sama dengan di Jawa, jumlah tukang ojek kian banyak. Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengakui, program BBM Satu Harga memang berhasil mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan Indonesia bagian timur. Salah satu indikatornya, daya beli meningkat tercermin dari angka inflasi yang tinggi (lihat tabel). “Setelah adanya persamaan harga, uang yang sebelumnya digunakan untuk membeli BBM, dialokasikan untuk menabung atau kebutuhan lainnya,” jelasnya. Realokasi belanja masyarakat ini akan memicu pertumbuhan sektor lain seperti makanan minuman, ritel hingga perumahan. Penurunan biaya logistik akibat BBM Satu Harga juga berimbas pada naiknya aktivitas ekonomi di daerah pinggiran. Secara output, hal itu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Maluku Papua yang mencapai 18,1% di triwulan II-2018, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 5,27%. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penyalur BBM satu harga hingga semester I-2018 mencapai 64 wilayah, meningkat pesat dibandingkan Oktober 2017 yang baru mencapai 25 titik.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan program BBM Satu Harga hingga mencapai 160 titik pada tahun depan. Tahun ini, target BBM Satu Harga menyasar 73 lokasi dan tahun 2019 ke 30 daerah. Vice President Corporate Communication PT Pertamina Adiatma Sardjito optimistis Pertamina bisa sukses menjalankan program BBM Satu Harga. Tahun ini, Pertamina membidik 67 wilayah. “Tahun kedua ini, tantangan yang harus dihadapi semakin berat, yakni daerah yang ditetapkan pemerintah merupakan wilayah dengan infrastruktur darat dan laut terbatas,” papar Adiatma. Pada Juli dan Agustus 2018, Pertamina menambah penyaluran BBM Satu Harga di enam tempat. Di antaranya Distrik Fayit (Asmat, Papua), Gido (Nias, Sumatera Utara), dan Miangas, (Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara). Saat ini tingkat penggunaan BBM Satu Harga hanya sekitar 0,3% dari total penyaluran nasional. Catatan Pertamina, penyaluran BBM sepanjang Juni 2017-Juni 2018 sekitar 56.000 kiloliter. Dari jumlah itu, 70% jenis premium dan sisanya solar

Percantik Rumah mu di Bali dengan Lantai Artistik dan Jangan Lupa pakai Genset Bali

Percantik Rumah mu di Bali dengan Lantai Artistik dan Jangan Lupa pakai Genset Bali – Nama Roman sudah sangat lekat di benak konsumen. Produk ubin keramiknya pun terbanyak digunakan di seluruh Indonesia. Ini terbukti dengan perolehan persentase Roman yang tertinggi di ajang iDEA RUMAH Award Readers’ Choice 2014. Jimin Suman, General Manager Marketing PT Satyaraya Keramindoindah, produsen Roman, mengatakan bahwa salah satu fokus pengembangan produknya adalah desain. Apalagi teknologi cetak digital membuat kreasi motif di atas keramik nyaris tak ada batasnya dengan hasil yang sangat alami.

Saat ini, motif natural cukup diminati, seperti kayu, batu alam, beton, metal, bahkan wallpaper. Ini sejalan dengan tren interior saat ini yang kembali mengapresiasi tampilan beragam material yang diekspos, seperti gaya vintage, rustic, maupun industrial. Yang tak kalah penting adalah menjaga kualitas produk. Untuk ubin keramik, keunggulan Roman yang sudah diakui adalah tingkat presisinya yang tinggi. Kekuatan produk terus ditingkatkan. Ini pun mendorong Roman mengembangkan produk yang lebih premium yaitu ubin porselen berglasur (porcelain glazed tile), yang kemudian dipasarkan di bawah bendera Roman Granit. Dukungan 8 buah showroom, yang disebut House of Roman, di beberapa kota besar juga berperan besar dalam merebut hati konsumen. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat secara langsung produk Roman, melihat pilihan lebih lengkap, juga mendapatkan konsultasi desain.

Sumber : Rajawalindo.com

Memodifikasi Cupcake

Melalui database tersebut, Fitri bisa mengetahui hari-hari penting bagi pelanggan yang bersangkutan. Misal hari ulang tahun anggota keluarga, maupun hari ulang tahun dirinya sendiri. Menurut Fitri, selain servis yang memuaskan, kualitas kue yang disajikan menjadi modal penting untuk menjaring konsumen. Dalam sehari Dina dan Fitri bisa mengerjakan 3 kue. Ia mengakui, tantangan yang dihadapi yaitu proses pengerjaan yang lambat.

“Soalnya ini pekerjaan seni. Penggarapannya harus cermat dan teliti,” katanyanya. Padahal itu pun mereka sudah dibantu oleh seorang karyawan untuk meracik bahan. Hanya saja, pengerjaan bentuk kue masih ditangani langsung oleh Dina. Sehingga kualitas rasa dan bentuknya bisa terjaga. Harap maklum, pangsa pasar yang ditarget yaitu kelas menengah ke atas yang sangat memperhatikan kualitas produk. Jadi wajar, jika harga kue yang di tawarkan pun berkisar Rp 550.000 – Rp 2 juta. Menurutnya, konsumen menengah atas tidak mempermasalahkan harga. “Yang penting hasil pengerjaan dan kualitasnya harus perfect,” pungkas Fitri.

Memodifikasi Cupcake dan Pasarkan dengan Jasa SEO Semarang

Memodifikasi Cupcake dan Pasarkan dengan Jasa SEO Semarang. Bukti sahih kemujaraban media sosial untuk menjual produk, bisa Anda temukan pada diri Fitri dan Dina Primasari. Melalui acccount @dina_primasari, mereka mampu meraih omzet Rp 40-Rp 45 juta per bulan. Hanya dari berjualan kue. BERMODAL uang Rp 5 juta, Fitri dan Dina Primasari, pada 2010, memberanikan diri berjualan kue. Mereka pun sempat menyewa sebuah toko untuk memajang produknya.

“Tapi setelah dipikir-pikir ongkos sewa toko, dan biaya operasionalnya itu tinggi. Dana tersebut sebenarnya bisa untuk pengembangan usaha dari sisi lain,” tutur Fitri (34) di Jalan Graha Raya,Tangerang Selatan, Banten. Sadar akan hal itu, lantas Fitri memanfaatkan jaringan internet untuk memasarkan kuenya. Melalui sarana online, ia berharap bisa lebih mudah menembus komunitas dan menemukan target pasar lebih luas.

Kenapa memilih usaha kue? Kedua wanita tersebut terinspirasi oleh kue cupcake dan bermaksud memodifikasinya. “Kalau cupcake ukurannya kecil-kecil. Seukuran cangkir, makanya dikasih nama cupcake. Sedangkan kue buatan kami ukurannya cenderung lebih besar. Bahkan ada yang panjangnya 1 meter. Bisa untuk kue ulang tahun, cupcake, dan cookies,” tuturnya.

Sesuai Tema Dan Selera

Pesanan berdasar tema. Bentuknya bisa disesuaikan dengan selera. Untuk jenis cake ada 3 kategori ukuran. Kategori small berukuran 20 cm, medium 24 cm, large ukurannya 40 cm ke atas. Bentuk bisa disesuaikan dengan pesanan. Bisa persegi atau bundar. Sementara kue berukuran lebih dari 40 cm dikenakan ongkos kirim. “Untuk ukuran kurang dari 40 cm tidak dikenakan ongkos kirim bagi pemesan di JABODETABEK,” paparnya.

Agar roda usaha berjalan lancar, mereka membagi tugas. Untuk urusan produksi ditangani oleh Dina, sedangkan Fitiri berkonsentrasi melakukan pemasaran. “Jangkauan kami adalah kawasan Jabodetabek. Menurut database yang kami miliki sekitar 80% konsumen kami tersebar di Tangerang,” kata Fitri. Supaya konsumen tetap loyal, Fitri rutin menyapa konsumen melalui HP maupun media sosial. Menyapa kon sumen bukan hanya ketika menawarkan barang saja. Namun menanyakan kabar, atau mengucapkan selamat hari raya. Beruntung Fitri memiliki data base konsumen.

Kelas Tengah yang ‘Nanggung’

Ponsel kelas menengah memang layak diburu. Fitur lengkap dan tergolong lumayan, menjadi incaran mereka yang mengerti teknologi. Intinya, di ponsel kelas menengah memang terlihat perbandingan yang pas antara harga dan kualitas. Ponsel kelas menengah punya nilai lebih pada harga terjangkau dengan ftur lengkap. Spesifkasinya juga sudah memadai.

Apa yang dimiliki ponsel kelas atas, biasanya juga bisa didapatkan di ponsel kelas menengah. Desainnya juga cukup enak dipandang. Namun, sisi kurangnya, ponsel kelas menengah disebut ‘nanggung’ kualitas fturnya. Sebut saja misalnya layarnya ada yang hanya berteknologi TFT biasa, belum AMOLED yang lebih cemerlang dan jelas dilihat dari sudut mana pun.

Begitu pula port microUSB yang belum mendukung USB-On-The-Go yang sudah populer, agar praktis untuk terhubung ke perangkat lain. Jika ponsel kelas atas sudah ber-OS terbaru seperti KitKat, kebanyakan ponsel kelas menengah baru ber-OS Jelly Bean. Bahkan ada beberapa ponsel yang baru berprosesor dual core saja.

Merk Lokal atau Branded?

Teknorus.com – Berpatokan pada harga jualnya saat pertama hadir di pasar, untungnya kelengkapan dan kualitas smartphone kelas menengah ini memang terus meningkat. Semuanya berkat kemajuan teknologi digital. Hukumnya, harga makin murah, kinerja makin cepat dan makin baik. Jika tahun sebelumnya, ponsel kelas menengah hanya diwakili oleh prosesor dual core dan memori RAM 512 MB, maka sekarang sudah berubah. Banyak smartphone di rentang harga kelas menengah, sudah dibekali prosesor quad core dan RAM 1 GB. Begitu pula ftur-ftur lain, terus mengalami peningkatan. Lalu bagaimana peta persaingan antara ponsel kelas menengah merek lokal dan branded?

Baca juga : WA WEB

Antara merek lokal dan branded, memang ada perbedaan desain, spesifkasi dan ftur. Merek branded terlihat serius dalam hal desain dan material casingnya. Dalam hal spesifkasi, ponsel merek lokal banyak memakai prosesor Mediatek (MTK) yang harganya terjangkau. Sementara ponsel merek branded memilih prosesor Qualcomm. Kedua prosesor ini memang bersaing ketat. Qualcomm milik perusahaan Amerika, sedangkan Mediatek dari Taiwan. Namun kedua prosesor tersebut sama-sama dibuat di Taiwan. Qualcomm diklaim lebih stabil dan lebih tahan panas.

Sementara Mediatek bersaing dengan harga murahnya. Namun sebenarnya, keduanya terus memperbaiki produknya sehingga saat dibandingkan kinerjanya terus bersaing ketat. Evercoss, merek lokal terbesar di Tanah Air memakai prosesor Mediatek di semua produknya. Menurut Janto, mereka tak melihat perbedaan permintaan dari konsumen terhadap pemakaian prosesor Qualcomm atau Mediatek. Konsumen hanya melihat dari jumlah core-nya, apakah dual core, quad core dan seterusnya. Sementara prosesor Qualcomm dipakai merek branded global seperti Sony, Samsung, LG, Acer, HTC, Nokia, Blackberry.

Yang menarik adalah merek branded lapis kedua, yang muncul dari Asia, seperti Lenovo, Acer dan Asus. Mereka lebih terbuka memakai prosesor alternatif di luar Qualcomm. Lenovo berbekal prosesor Mediatek, Acer dengan Mediatek, dan Asus memakai Intel. Kekurangan lain di merek lokal, minim aplikasi bawaan. Tak seperti ponsel branded yang sudah melengkapi dengan beragam aplikasi khusus yang menarik, termasuk integrasi ke jejaring sosial, pasar aplikasi sendiri, koneksi ke perangkat lain, hingga update frmware.

Sebut saja aplikasi bawaan di smartphone LG seperti LG Backup, Remote Call Service, Safety care, SmartShare, SmartWorld, dan Software update. Ponsel merek global juga dibekali dengan antarmuka buatan sendiri seperti Samsung TouchWiz, HTC Sense, Sony TimeScape. Selanjutnya, kualitas kamera ponsel merek lokal kalah dengan yang branded. Memang ada merek lokal tipe tertentu yang kameranya bagus seperti Mito A355 atau Evercoss A66.

Namun secara umum kualitas kameranya memang kurang. Sementara itu, kekurangan ponsel branded ada di harga. Dengan harga yang sama, konsumen biasanya mendapat prosesor lebih bagus. Jika rusak, sparepart merek branded juga cukup mahal, dan untuk mendapatkannya tak semudah spare part merek lokal. Apalagi di kota kecil. Untuk sparepart ini, ponsel merek lokal lebih mudah didapat karena banyak yang bersifat universal alias bisa dipasang di ponsel merek lokal lainnya.

Fun to Drive antara Nissan Juke, Honda HR-V dan Ford EcoSport

Jika bicara kemampuan berakselerasi, Nis- san Juke Revolt dan Honda HR-V 1.5 secara mengejutkan keduanya menyelesaikan sprint 0- 100 km/jam dalam 11,1 detik. Sedangkan Ford EcoSport harus puas dengan catatan waktu yang lebih lambat, 13,6 detik. Selain performa dalam berakselerasi, posisi duduk juga menjadi aspek yang dinilai dalam parameter kesenangan mengemudi. Ford EcoSport memiliki desain bangku semi bucket dengan posisi duduk yang terbilang tinggi.

Posisi duduk ini sedikit kurang terasa menyenangkan, tapi sisi positifnya, visibilitas Anda terbilang baik. Posisi duduk Honda HR-V secara umum menghasilkan impresi berkendara yang rileks. Nissan juke memiliki posisi setir yang terlalu rendah, Anda tampaknya akan sedikit kesulitan mencari posisi duduk ideal ketika mengemudi Nissan Juke. Urusan handling, Honda HR-V 1.5 E menjadi kampiun dibanding para rivalnya. Handlingnya yang tajam, membuat ia lebih meyakinkan saat dibawa menikung kencang.

HR-V 1.5 E pun juga mempunyai paddle-shift yang dapat membuatnya sangat mengasyikan untuk berbagai gaya berkendara Anda. Ford EcoSport sejatinya membawa handling tajam milik saudara satu platformnya, Ford Fiesta. Tapi rasanya, kami kurang begitu yakin ketika harus bermanuver tajam di mobil ini. Mungkin karena pengaruh posisi ban cadangan yang diletakan pada pintu belakang, yang seharusnya berdampak pada center of gravity mobil ini yang kurang optimal.

Gejala understeer cukup terasa pada Nissan Juke, sehingga ia dirasa kurang meyakinkan ketika diajak bernuver tajam. Untungnya, ia punya mode berkendara istimewa yang tidak dimiliki HR-V 1.5 E dan Ford Ecosport. Mode berkendara D-Mode itu memiliki 3 pilihan yaitu Normal, Eco dan Sport. Ketiga opsi itu dibedakan dari setting transmisi, power steering dan AC. Eco merupakan titik terhemat dan Sport merupakan setting paling bertenaga untuk mengemudi agresif. Anda tinggal mengatur via tombol yang ada di dasbor, dan Juke Revolt bisa menjelma jadi sosok mobil lembut atau garang.

Ketahui Dulu Prosesnya Renovasi yang dilengkapi dengan Genset

Ketahui Dulu Prosesnya Renovasi yang dilengkapi dengan Genset. Agar kenyamanan di rumah tetap terjaga meskipun sedang terjadi pemadaman listrik. Untuk mendapatkan harga genet yang murah bisa membelinya melalui Distirbutor Jual Genset Jakarta yang terbaik.

Menyusun Denah Setelah kebutuhan dan luas ruang diketahui, langkah selanjutnya yaitu menyusun denah. Ada banyak faktor yang perlu diperhat kan saat menyusun denah ruang, mulai sirkulasi udara dan pencahayaan ruang, kondisi lingkungan sekitar, penempatan ruang terbuka hijau, dan sebagainya. Perhat kan juga kondisi bangunan sebelumnya. Sebisa mungkin, manfaatkanlah ruang-ruang yang sudah ada, sehingga tak perlu ada pembongkaran yang terlalu banyak. Makin banyak pembongkaran dan pengubahan letak ruang, makin besar pula biayanya.

Menghitung Biaya Untuk menghitung rencana anggaran biaya (RAB) renovasi, butuh ketelit an dan keahlian tersendiri. Banyak detail yang harus dicantumkan, mulai dari biaya tukang hingga biaya material bangunan. Jika ingin membuat RAB secara detail, ada banyak daf ar yang harus Anda kerjakan. Misalnya Anda menginginkan tambahan ruang tidur anak di lantai atas. Di proses ini terdapat pekerjaan persiapan, bongkar, sunt k struktur, tangga, mengedak lantai, dinding, kusen-pintu-jendela, plafon, atap, finishing, dan mekanikal elektrikal. Anda juga harus memperthitungkan harga material dan upah tukang. Tetapi, jika Anda sekadar ingin mengetahui kisarannya biaya yang akan dikeluarkan untuk pekerjaan renovasi rumah, Anda dapat menggunakan prinsip sederhana ini. Diketahui: Harga per m2 luas bangunan= Rp3.000.000 – Rp4.500.000 Luas bangunan= 45m2 Jawab: Misal, kita ambil harga per m2 luas bangunan= Rp3.500.000 Maka, harga yang Anda akan keluarkan = Harga per m2 luas bangunan x Luas bangunan = Rp3.500.000 x 45m2 = Rp157.500.000 Catatan Harga per m2 bangunan sangat dipengaruhi material yang dipilih. Semakin t nggi kualitasnya, maka semakin besar nilai rupiah yang perlu dikeluarkan.

Pentingnya Manajemen Waktu Waktu minimal yang dibutuhkan sampai selesai renovasi adalah 3 bulan. Selama proses, seringkali Anda harus mengontrak rumah. Anggap saja biaya kontrak rumah mencapai Rp1.500.000/bulan, berart dalam 3 bulan Anda harus mengeluarkan dana Rp4.500.000. Bagaimana jika waktunya molor? Dipast kan dana yang keluar akan bertambah. Manajemen waktu juga berkaitan dengan upah tukang, apalagi jika Anda menggunakan sistem upah harian. Makin molor jadwal renovasi, makin besar pula biaya upah yang harus dikeluarkan.