Category Archives: Berita

kaligata

Mengetahui Penyebab Kaligata dan Cara Mengobati Kaligata

Penyebab Kaligata – Marilah kita mengetahui sebuah penyakit yang umum diderita masyarakat Indonesia yaitu kaligata. Mengetahui penyebab kaligata mesti memahami bagaimana karakter penyakit ini.

Penyakit ini umumnya diderita dari kalangan bayi, remaja hingga dewasa dengan ciri-cirinya adalah kulit seperti melepuh, menonjol atau terasa gatal dan terus menerus membuat kita tidak nyaman. Jika anda tidak familiar dengan kata kaligata, anda mesti mengetahui nama lain kaligata yaitu biduran.

Apakah Penyakit Kaligata Itu?

Bagi sebagian orang memang biduran lebih familiar dibandingkan kaligata, karena kaligata lebih dikenal di kalangan akademik dan kesehatan, sementara istilah biduran beredar di masyarakat. Tetapi pada intinya sama saja, mengetahui penyebab kaligata mesti melacak rekam jejak seseorang karena beberapa penyakit kaligata bisa jadi disebabkan alergi, sementara yang lain bisa disebabkan faktor yang berbeda.

Cara mengobati kaligata antara satu penyebab dengan penyebab yang lain juga berbeda tentunya. Jika anda mengalami kaligata yang disebabkan karena alergi, maka menghentikan makanan atau minuman yang anda konsumsi penyebab alergi adalah solusi utama.

Baca Juga: Cara Membuat nasi Tumpeng

Sementara jika disebabkan karena faktor lain semisal karena penyakit sekunder, kebersihan kamar yang tidak baik, atau pakaian anda yang menyebabkan biduran maka perlu dicek ke arah sana.

Penyakit kaligata, atau biasa disebut dengan biduran merupakan penyakit umum yang bisa ditangani oleh dokter. Bagi kalangan kesehatan, biduran lebih dikenal dengan sebutan urtikaria, dengan ditandai sebuah luka seperti gatal-gatal yang membekas, memanjang dan membuat anda tidak merasa nyaman. Pada kondisi tertentu kadang bekas luka ini bewarna merah, putih atau bahkan menghitam.

Mengetahui Penyebab Kaligata Lebih Dalam

1. Karena alergi

Penyebab kaligata sendiri bisa digolongkan beberapa jenis, pertama penyebab kaligata yang disebabkan karena alergi, misalnya anda terkena alergi makanan dan minuman tertentu. Selanjutnya, bisa juga alergi karena serbuk sari dari sebuah tanaman, alergi bulu hewan juga bisa

Selain itu alergi juga bisa disebabkan karena serangga atau bahkan gigitan serangga kecil seperti tungau, semut atau serangga daun. Anda juga bisa terkena alergi udara dingin semisal dari kipas angin atau air conditioner. Selain itu juga bisa karena anda tidak terbiasa berada di udara dingin, misal dari surabaya berpindah ke bandung.

2. Efek saping dari penyakit

Kedua, penyebab kaligata sendiri bisa dikategorikan sebagai efek samping dari sebuah penyakit, sehingga kaligatanya sendiri merupakan penyakit sekunder. Penyakit primernya sendiri anda perlu cek ke dokter. Karena pada beberapa kondisi jika penyakit kaligata berulang menandakan ada penyakit primer di dalam tubuh anda yang mesti anda periksakan ke dokter.

Beberapa penyakit primer seperti tiroid, HIV dan beberapa penyakit dalam lainnya menyebabkan gejala sekunder gatal gatal seperti biduran.

3. Karena kebersihan pakaian

Ketiga, penyebab kaligata adalah karena gatal gatal biasa yang terus menerus anda garuk. Biasanya menyebar luas karena disebabkan baju yang kita pakai menyebabkan gatal dan menyebar kemana mana.

Bagaimanakah Cara Mengobati Kaligata?

Lalu, bagaimana cara mengobati kaligata? Cara mengobati kaligata ada dua macam. Mengobati kaligata di rumah bisa dengan mengompres dengan air dingin, mengurangi konsumsi makanan atau minuman atau penyebab lain yang menjadikan alergi sehingga memunculkan kaligata.

Selain itu, anda juga bisa melakukan tes alergen di rumah sakit atau puskemas untuk mengetahui apakah anda termasuk alergi terhadap makanan makanan tertentu.

Cara selanjutnya adalah dengan mengonsumsi obat antihistamin yang bisa anda dapatkan dengan berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, alangkah lebih baiknya anda berkonsultasi dengan dokter mengenai apakah adanya penyakit primer dalam tubuh anda yang menyebabkan munculnya kaligata yang terlalu sering.

Sebagai kewaspadaan, anda mesti segera membawa ke dokter atau ke unit gawat darurat terdekat jika kaligata anda sudah membuat anda tidak nyaman, gatal gatal menyeluruh ke leher, badan dan wajah, membuat badan anda panas dan bahkan pusing atau muntah.

Perampokan Sadis Di Pulomas Bagian 3

Berkat CCTV BERBEKAL kamera pengawas (CCTV) di rumah korban, polisi bisa mengungkap identitas pelaku. 26 Desember 2016 Pukul 15.00 lRamlan Butarbutar dan Erwin Situmorang tertangkap CCTV masuk halaman rumah Dodi Triono. Ramlan tampak berjalan pincang. Menyusul masuk Yus Pane. Sedangkan Alfns Sinaga menunggu di mobil. lMereka masuk saat sopir Dodi, Yanto, hendak mengeluarkan mobil sehingga pintu pagar terbuka. lYanto, tiga anak Dodi, pembantu, dan sopir lainnya dikumpulkan di ruang tengah. lDodi pulang ke rumah, lalu dibekap.

Pukul 16.00 Rekaman CCTV juga menangkap gambar Ramlan, Erwin, dan Yus Pane menggiring korban masuk ke kamar mandi untuk disekap. Ramlan dan Erwin membawa senjata api, sedangkan Yus membawa golok. 27 Desember 2016 Pukul 09.00 Sheila Putri, teman Diona, datang ke rumah itu dan mendapati rumah tak terkunci. Ia mendengar suara rintihan di kamar mandi, lalu berteriak minta bantuan. Belakangan, polisi tiba di lokasi.

Perampokan Sadis Di Pulomas Bagian 2

Sejumlah barang yang ditemukan polisi di tempat penangkapan yang diduga milik korban adalah telepon seluler merek Samsung, Nokia, dan BlackBerry; kacamata; jam tangan Rolex; uang Rp 9,7 juta; serta beberapa lembar uang baht Thailand dan dolar Amerika Serikat. Ramlan dan kawan-kawan memasukkan Dodi, anak Dodi, pembantu, dan sopir ke kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter.

Sebelas orang berimpitan selama 12 jam di kamar mandi itu. Enam tewas dan lima selamat dengan kondisi kritis ketika ditemukan pada Selasa sore pekan lalu. Korban yang tewas adalah Dodi, 59 tahun, serta dua putrinya, Diona Arika Andra (16) dan Dianita Gemma Dzalfaya (9). Lalu Amel, teman Dianita Gemma, dan dua sopir Dodi. Lima yang selamat adalah putri Dodi, Zanette Kalila Azaria, 13 tahun, serta dua pembantu dan dua penjaga anaknya. ”Dari autopsi, korban meninggal karena kekurangan oksigen dalam darah,” kata Iriawan.

Perampokan Sadis Di Pulomas

Evakuasi jenazah korban pembunuhan di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta. Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan (bawah). Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan memastikan pembunuhan keluarga Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur, pekan lalu murni perampokan.

Kepastian itu disimpulkan polisi setelah penangkapan tiga perampok di Bekasi, Jawa Barat, Rabu pekan lalu, atau sehari setelah kejadian terungkap. Perampok yang ditangkap adalah Ramlan Butarbutar. Laki-laki 51 tahun ini buron polisi sejak 2015 karena kasus perampokan. Ia masuk penjara karena kasus yang sama pada 2010 dan 2012. Saat merampok rumah Dodi, Ramlan adalah pemimpinnya.

Ia tewas ditembak karena, menurut polisi, melawan ketika hendak ditangkap. Satu lagi adalah Erwin Situmorang. Malamnya, polisi menangkap Alfns Bernius Sinaga di Bekasi Utara. Adapun Yus Pane masih buron. Informasi tentang komplotan Ramlan ini didapat polisi dari kamera rumah Dodi yang dengan jelas merekam perampokan itu.

MODAL SELESAIKAN MASALAH

Punya anak prasekolah memang harus siap de ngan hal-hal seperti di atas. Asal tahu saja, keah lian si kecil tawar menawar sebetulnya merupakan bentuk dari kemampuan negosiasi. Kapan pun di mana pun, si prasekolah berusaha bernegosiasi dengan kita. Tentunya Mama Papa harus meladeni anak. Tapi, meladeni tak berarti terus mengiyakan atau terus menolaknya, bergantung pada situasi dan apa yang sedang dituju anak. Negosiasi antara kita dan si prasekolah sebe tulnya merupakan pengalaman penting bagi anak.

Proses tawar-menawar dapat menjadi cara kita mengajari anak untuk menghadapi masalah de ngan baik. Adakalanya tawar-menawar itu ber akhir dengan kemenangan kita (orangtua), se himgga anak harus melakukan apa yang kita minta, namun adakalanya kita yang menuruti kemauan anak. Proses ini ibarat simulasi bagaimana nanti nya anak menyelesaikan masalahnya sendiri. Pro ses ini juga mengajari anak untuk mau bekerja sama atau berkompromi dengan orang lain, yang nantinya menjadi model pembelajaran bagi anak, bagaimana bersosialisai dan bekerja sama di masyarakat.

Memang, negosiasi itu proses menantang, Mama Papa bisa jadi kewalahan dibuatnya. Namun, kunci utamanya tetap di kita sebagai orang tua. Modalnya cuma perlu belajar bagaimana mengatur emosi dan mengendalikan diri, sehingga kita tetap tenang menghadapi anak dalam situasi seperti ini. Pun ketika kita merasa sudah terlalu kesal atau marah, pilihan untuk menjauh sejenak dari anak dan menenangkan diri adalah tepat. Ketika proses tawar-menawar sudah melibatkan intonasi tinggi, maka “perang” itu pasti akan semakin memanas. Cara terbaik untuk menormalkan keadaan adalah dengan pergi sejenak untuk menenangkan diri, dan kembali lagi untuk memeluk anak.

Sukses “Nego” Dengan Si Kecil

sat-jakarta.com – Waktu menunjukkan pukul 08.00, sementara Riska, 4 tahun, belum juga mandi pagi. Meski hari ini hari libur, Mama ingin Riska tetap man di se suai jadwalnya. “Kak, mandi dulu yuk!” kata Mama pada Riska, yang dijawab dengan, “Belum waktu nya mandi, Mamaaa.” Lima menit kemudian, Mama mengulangi permintaan yang sama, kali ini Riska menjawab, “Nanti aja, Ma, aku masih main.” Begitu permintaan ketiga diulangi, Riska malah menjawab, “Ma, kan libur, mandi siang boleh yaaa?”

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Mama bingung harus menjawab apa lagi. Ya, si prasekolah sudah pandai menawar. Bahkan, ia punya macam-macam alasan yang bisa ia buat agar orangtua mau menuruti kemauannya. Terdengar membingungkan, geli, sekaligus lucu, tetapi sering membuat kita dilema, apakah harus dituruti? Atau dilarang? Rupanya, memang pada usia prasekolah anak mulai mengenali hubungan sebab-akibat. Anak pun mengerti kata-kata yang dapat menghubung kan satu ide dengan ide lainnya, seperti kata jika, mengapa, kapan.

Kemampuan berpikir logisnya juga sudah berkembang, sehingga ia bisa mema hami hubungan dan konsekuensi dari apa yang ia lakukan. Maka, sering kita menemukan anak coba menyelesaikan masalah sederhana yang ia hadapi. Ia juga mulai mengenali batasan dirinya, mana yang bisa ia selesaikan sendiri, mana yang ia butuh bantuan orangtua. Selain itu, anak juga su dah menangkap konsep dulu, sekarang, dan akan datang. Ditambah dengan kosakata anak yang juga bertambah, tak heran anak pun sudah lebih lihai merangkai kata.

Kemampuan anak inilah yang membuatnya jadi pandai menawar. Belum lagi jika ia melihat Mama, Papa atau orang dewasa lain di sekitarnya tidak kompak mengatakan sesuatu. Ia bisa me nemukan celah untuk meluncurkan jurus tawar menawarnya itu. Seperti contoh Riska tadi. Saat Mama meminta mandi, Riska berkata tidak mau dan beralasan hari libur bisa mandi siang. Rupa nya, bersamaan dengan usaha Mama membujuk, Papa berkata pada Riska, “Hari libur mandi siang dikit boleh kok, Ka.” Nah, celah itulah yang diman faatkan Riska untuk menawar pada Mama.

Mengenal Ayam Kampung Vietnam

Mengenal Ayam Kampung Vietnam

Dalam tahun-tahun terakhir, industri unggas ras, khususnya broiler, di Vietnam mengalami kendala dalam produksi, ketatnya persaingan, dan anjloknya harga. Namun masih untung, masyarakat di sana memfavoritkan ayam umbaran yang mereka nilai lebih enak dan kualitas dagingnya le bih tinggi ketimbang impor. Menurut data Depar temen Peternak an, Kementerian Pertanian dan Pem bangunan Pedesaan, dua tahun silam, produksi unggas Vietnam sebanyak 328 juta ekor.

Sebanyak 52 juta ekor adalah broiler (ayam putih) dan sisanya ayam umbaran yang terdiri dari ayam berbulu berwarna. Lebih Disukai “Ayam umbaran mempunyai keunggulan dibandingkan broiler saat ini dan untuk masa yang akan datang,” ujar Prof. Dr. Le Thanh Hai. Alasannya, pengembangan produksi ayam umbaran cocok dengan selera konsumen. Apalagi produksi ayam yang mirip ayam kampung di Indonesia ini dapat diberi pakan sesuai sumber daya lokal, mudah, dan tidak perlu fasilitas pemerliharaan canggih. Kendati periode pemeliharaannya lama, 75 hari untuk mencapai bobot 1,8 – 2 kg/ekor, daging ayam ini lebih enak dan harganya lebih mahal ketimbang ayam ras.

Produksi daging ayam umbaran 2014 mencapai 560 ribu – 620 ribu ton, sedangkan unggas ras lebih rendah, 393 ribu – 402 ribu ton. Sehingga ayam um baran masih lebih mendominasi konsumsi daging ayam saat ini. Sayangnya, pembibitan ayam berwarna ini masih bersifat spontan, terpisah-pisah, dan berskala kecil. Belum pernah ada program pembibitan berskala besar. Di Vietnam terdapat 7,9 ju ta peternak ayam yang 70%-nya adalah peternak kecil dengan populasi 28 – 30 ekor. Sistem budidaya seperti ini jelas tidak berdaya saing secara internasional.

Demikian pula produktivitasnya rendah karena peternak tidak pernah mau berinvestasi untuk melakukan seleksi genetik. Target ke Depan Melihat kondisi tersebut, pada periode 2016 – 2020 Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan menargetkan pengembangan populasi ayam berwarna ini hingga mencapai 60% dari total populasi unggas. Karena itu harus ada cara pembibitan baru. Demikian pula pola pemeliharaannya harus ditingkatkan dari yang tradisional menjadi semi intensif dan intensif berdasarkan arahan pemda setempat untuk mendongkrak produksi dan pengendalian penyakit. SK Perdana Menteri No.10/2008/QD bertanggal 16 Januari 2008 menjadi landasan hukum untuk pengembangan pembibitan sampai 2020 dan arah produksi peternakan secara umum. Untuk melakukan terobosan, pemerintah akan menyeleksi dan memperbanyak ayam lokal dan ayam asing agar adaptif terhadap kondisi setempat.

Sangat penting untuk memproduksi bibit secara mandiri, mempraktikkan manajemen pembibitan dengan fokus pence gahan penyakit, menerapkan teknologi pembibitan terkini, memperbarui fasilitas pembibitan, menerapkan standar operasional prosedur (SOP) teknik pembesaran sehingga mendapatkan ras dengan produktivitas tinggi. Sementara itu untuk fasilitas pemotongan dan pengolahan serta pemasarannya bisa bekerja sama dengan industri unggas ras. Meskipun produksinya menghadapi kendala dan tantangan, ayam berwarna ini diyakini akan berkembang pesat. Dengan harga eceran VND 90 ribu – 120 ribu/kg setara Rp23.600 – Rp70.800, ayam ini memberikan pendapatan yang stabil ketimbang unggas lain.

Kelapa Sawit Kini Menjadi Pilihan Orang Banyak

Kelapa Sawit Kini Menjadi Pilihan Orang Banyak

Pendapatan mereka meningkat. “Kita punya data sejak 2000-an sampai 2013, rata-rata produksi kami 23 ton/ha TBS. Saya rasa untuk plasma cukup ting gi,” ungkapnya dalam suatu pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu. Hal senada diungkapkan Ahmad Kam dani, petani plasma Wilmar Group yang berkebun di Ogan Kome ring Ilir, Su matera Selatan.

“Kami yang tadinya buta huruf tentang perkebun an sawit dibina Wilmar Group sebagai bapak angkat dan mitra kerja kami. Sampai umur 60 bulan kebun diserahterimakan ke kami. Alhamdulillah dari 2.708 petani di ba wah perusahaan ini semua sukses. Banyak yang sudah mampu beli mobil, me nyekolahkan anak sampai S1, S2. Pada 2014 kami mendapat sertifikat RSPO sewaktu masih ber ga bung dengan perusahaan,” papar Kam dani bersemangat. Kini dia dan kawan-kawannya mengarah ke sertifikasi RSPO untuk petani mandiri. Hal ini dibenarkan Alfat Salim, SV Sustainability Manager for Small holder & Independent Mill, Wilmar International Ltd.

“Kami punya 31.428 ha areal plasma yang sudah ditanami pada 2015. Saat ini, 2.630 ha areal plasma yang su dah sertifikasi RSPO. Rencana 2017, kami akan sertifikasi 9.099 ha lagi,” paparnya. Nilai plus sertifikasi juga disuarakan Jo ko Suyono, petani swadaya dari Jam bi. Menurut generasi kedua petani PIRtrans ini, sebagai petani swadaya, dia mendapat harga dari tangan ketiga. Karena itu pada 2010, ia membentuk kelompok. “Mitra kami PT Indo sa wit Subur (Asian Agri) berharap ka mi bisa ke RSPO. Mengapa kami ingin sertifi kasi RSPO dan ISPO? Yang jelas harga sudah kami rasakan perbedaannya. Se belum 2007-2008, harga pernah Rp500Rp600/kg di Sumatera.

Setelah kawasan kami ikut plasma tahun 2012, tidak pernah kami mengalami harga di bawah Rp1.400-Rp1.500,” tandasnya. Ketelusuran Sertifikasi kebun petani, baik plas ma maupun swadaya, penting bagi perusahaan yang mendapat pasokan TBS dari mereka. Per usa haan ber kepentingan memastikan rantai suplai TBS mereka sesuai ke tentuan RSPO dan ISPO. Ka re na itu perusahaan seperti Wilmar Group dan Golden Agri Resources (GAR) melakukan penelusuran asal TBS dari luar kebun milik mereka. “Kami memiliki 9 independent mill (pabrik kelapa sawit/PKS) dari total 34 mill kami di Indonesia yang hampir 100% suplai TBS-nya dari petani swadaya. Jumlah kebun petani swadaya Wilmar sekarang 5.053 ha.

Yang sudah melalui tahapan final audit RSPO sekitar 2.708 petani. Saat ini tim kami sedang melakukan pembinaan terhadap 1.700 petani dengan luasan 11.850 ha di Pelalawan, Rokan Hilir, dan Merangin. Obyektif Wilmar saat ini adalah membantu petani mencapai sertifikasi RSPO dan ISPO,” jelas Alfat. GAR, menurut Agus Purnomo, se ring mendapat pertanyaan dari konsu mennya, apakah produk GAR ter kait dengan kegiatan ilegal dan kebakaran hutan. Selain itu, perusahaan juga perlu mengelola risiko bila pa sok an sewaktuwaktu terhenti dari PKS pemasoknya. Karena itu De sember tahun lalu pihaknya mendata seluruh PKS pemasok leng kap dengan koordinat lokasinya dan memuatnya dalam situs per usahaan.

“Kami membeli minyak dari 489 CPO mills (PKS), hanya 44 di an ta ranya milik kami sendiri. Jadi, traceability (ketelusuran) kami baru sebatas mills-nya,” tutur Ma naging Director Sustainability & Strategic Stakeholders Enga ge ment GAR itu di Jakarta beberapa waktu. GAR lalu membuat program un tuk mengetahui asal-muasal CPOnya dari kebun mana, milik siapa. “Un tuk ta hap pertama, kami fokus mencatat yang le bih detail traceability mill kami sendiri karena millkami membeli 7%-10% TBS dari kebun orang lain. Pada saat yang bersamaan kami sosi ali sasi kan gagasan ini kepada 445 mill lain. Target kami bisa selesai (ke telu sur annya dulu) tahun 2020,” tutup Agus.

Website : kota-bunga.net

Laptop Spesifikasi Tinggi untuk Download Film di GudangMovie

Laptop Spesifikasi Tinggi untuk Download Film di GudangMovie – Jakarta, 30 September – Menjelang kuartal terakhir di 2015, ASUS Indonesia menyegarkan jajaran produk andalannya di segmen gaming yakni Republic of Gamers (ROG). ASUS Indonesia menyatakan bahwa kehadirkan beragam model produk ROG ini disiapkan untuk menyasar seluruh segmen gamer mulai dari pro gamer, hardcore gamer, core gamer, hingga casual gamer. ASUS Indonesia tidak hanya menghadirkan penyegaran terhadap produk notebook ROG tapi juga gaming desktop PC ROG mereka. Infinix Hot 2 X510.

Untuk notebook ROG, ASUS Indonesia menghadirkan beragam model yang dikelompokkan berdasarkan ukuran bentang diagonal layarnya. Di ketegori notebook 15 inci, ASUS Indonesia menyajikan seri ROG GL552, ROG G550, dan G501JW. Pada kategori notebook 17 inci, ASUS Indonesia menawarkan ROG G751JY yang hadir sebagai penerus dari seri ROG G750JH dan G750JX. Di lini desktop PC, ASUS Indonesia menyediakan ROG G20 yang hadir dengan bodi ringkas dan lekuk bodi memikat serta tawaran harga mainstream. Di saat yang sama, ASUS Indonesia memperkenalkan model notebook dan desktop PC ROG termutakhir yang masih dalam tahap pengembangan yakni ROG G752 dan gaming desktop PC ROG G11

Pelemahan Rupiah Mulai Pengaruhi Inflasi

JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bakal mulai menyengat inflasi bulan Agustus 2018. Hanya saja dibandingkan Juli 2018, inflasi Agustus 2018 diperkirakan tetap lebih rendah. Berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) mingguan yang dilakukan pekan pertama Agustus 2018, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Agustus sebesar 0,05%. Dengan begitu maka inflasi tahunan Agustus diperkirakan 3,31% year on year (YoY). Proyeksi inflasi Agustus 2018 dari bank sentral itu lebih rendah dibanding inflasi Juli 2018. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulan lalu 0,28% dengan inflasi tahunan sebesar 3,18%.

Lebih rendahnya inflasi, menurut survei BI, terjadi karena adanya penurunan harga pada sejumlah harga pangan. Misalnya, bawang merah, telur ayam, cabai merah. Tapi, ada juga beberapa harga pangan yang mengalami kenaikan, seperti daging ayam, rokok kretek, dan jeruk. Persoalan harga pangan, menurut beberapa ekonom, memang akan mempengaruhi inflasi Agustus. Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, kelompok bahan makanan akan mendorong inflasi karena pelemahan rupiah, mulai terasa dampaknya. “Khususnya, bahan makanan yang diimpor seperti gandum dan kedelai,” kata Lana kepada KONTAN, Kamis (30/8). Oleh karena itu, dia memprediksi, inflasi bulan ini bakal lebih besar dari ramalan BI. Perkiraan Lana, inflasi Agustus akan mencapai 0,17% dan 3,44% YoY. Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro juga memperkirakan, inflasi Agustus di atas proyeksi BI, yakni sebesar 0,14% secara bulanan dan 3,40% secara tahunan.

Menurutnya, beberapa harga makanan naik karena faktor Idul Adha dan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang mahal. Meski begitu, masih ada kemungkinan inflasi lebih rendah dari proyeksi bank sentral karena harga kebutuhan pokok mulai turun. “Inflasi kelompok bahan makanan menjadi sangat rendah, bahkan berpotensi deflasi,” kata Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Damhuri Nasution. Menurutnya, harga-harga kelompok pengeluaran lainnya juga relatif stabil. Dengan demikian, secara keseluruhan laju inflasi bulanan pada bulan Agustus relatif rendah dan terkendali. Proyeksi Damhuri, inflasi Agustus mencapai 0,04% dan 3,29% YoY. Dia bilang, musim tahun ajaran baru bakal menyebabkan kelompok pendidikan mengalami inflasi cukup signifikan. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga melihat kemungkinan deflasi bahan makanan. Namun David memproyeksikan inflasi bulan ini lebih tinggi dari proyeksi bank sentral, yaitu sebesar 0,08% dan 3,34% YoY.