Category Archives: Uncategorized

Anggrek Neli Terus Maju Di Depan Untuk Merdeka

Anggrek Neli Terus Maju Di Depan Untuk Merdeka

Adapun Luhut menolak berkomentar tentang kabar bahwa dia merekomendasikan calon tertentu sebagai pengurus pusat Golkar. ”Kamu saja, mau saya rekomendasikan?” katanya kepada Yohanes Paskalis dari Tempo, Kamis pekan lalu. Sehari sebelumnya, dia menyangkal ada intervensi kepada Setya dalam penyusunan pengurus. ”Tak baiklah jika ada intervensi,” ujarnya.

Setya mengakui sempat hendak mengambil unsur militer untuk posisi sekretaris. Dia ingin kembali merangkul salah satu unsur kekuatan Golkar, yakni ABRI (militer), selain birokrasi dan Golongan Karya. Dia membenarkan telah menerima proposal nama-nama dari Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut. ”Namun waktunya mepet sehingga memilih yang berpengalaman,” kata Setya.

Politikus lain yang masuk melalui jalur Luhut adalah Yorrys Raweyai. Mantan Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar ini merupakan operator lapangan pelaksanaan Munaslub. Gerilya Yorrys makin kencang saat pandangan umum daerah pada Minggu siang. Saat itu, tak ada satu pun DPD provinsi yang menyebutkan dukungan secara eksplisit kepada Setya Novanto. Menyadari situasi bakal tak menguntungkan, Yorrys mengumpulkan 17 Ketua Golkar provinsi di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, pada Senin dinihari.

Dalam pertemuan itu, Yorrys mempertanyakan komitmen kader daerah: apakah bakal tetap mendukung Setya. Jika tetap mendukung, mereka diminta menyuarakan dukungan terbuka saat pandangan umum. ”Jangan main di dua kaki,” ujar Yorrys. Gerilya Yorrys terbukti moncer. Ketika pandangan umum dibuka kembali pada Senin pagi, sebanyak 17 DPD Golkar provinsi menyatakan secara terbuka dukungan kepada Setya. Sepanjang Munaslub, Yorrys menjadi penghubung Luhut dengan Setya. Saat Ade Komarudin menyampaikan pidato pengunduran diri dari pencalonan, Yorrys merangsek ke depan panggung.

Dia berbisik kepada Ade sembari menyerahkan telepon seluler miliknya. Berbicara kurang dari satu menit, Ade menyerahkan kembali telepon itu. Tak berselang lama, Yorrys menyerahkan telepon kepada Setya. ”Telepon dari Pak Luhut?” Tempo bertanya. ”Ah, tahu saja,” kata Yorrys sembari tersenyum. Setya membenarkan ditelepon Luhut setelah pemilihan dipastikan tak berlangsung dua putaran. ”Beliau mengucapkan selamat,” ujarnya. Besarnya peran Yorrys bukannya tak dilihat oleh para kader Golkar. Saat makan malam di daerah Pelabuhan Benoa setelah penutupan, belasan kader secara bergiliran menyalami dan mengajaknya ngobrol. ”Jangan lupa ajak-ajak ya, Bang,” kata seorang kader Golkar. ”Lobi-lobi,” ujar Andi Sinulingga, sekretaris komite pemilihan, yang hadir di tempat itu.

Yorrys mengatakan tak ambil pusing soal jabatan. Meskipun Yorrys tak ikut menyusun kepengurusan, Setya memberi sinyal penting untuk Yorrys. Tempo sempat menanyakan soal perombakan fraksi dan alat kelengkapan Dewan kepada Setya. ”Tanya saja kepada beliau,” kata Setya sembari menunjuk Yorrys, yang duduk di sebelahnya.

Website : kota-bunga.net

Partai Golkar Sedang Bersaing Untuk DI Depan

Partai Golkar Sedang Bersaing Untuk DI Depan

Setya memilih politik akomodatif. Dia menyadari tujuh pendukung kompetitornya mesti ditampung. Nama yang hampir dipastikan masuk adalah Robert Joppy Kardinal, Roem Kono, dan Nurul Arifin. Tiga politikus inilah yang sehari-hari mendampingi Setya berkampanye. Robert Kardinal bahkan telah diplot mengisi posisi yang pernah diduduki Setya, bendahara partai. Masuknya Nurdin tak mengejutkan. Perannya amat sentral selama pelaksanaan musyawarah.

Selain menjadi ketua panitia pengarah, mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ini menjadi pemimpin sidang. Dia hampir tak tergantikan selama lima hari pelaksanaan suksesi kepemimpinan di tubuh partai berlambang beringin ini. Meskipun sempat terjadi baku pukul di ruang sidang, Nurdin berhasil menyelesaikan seluruh agenda Munaslub. Peran Idrus Marham, satu-satunya Sekretaris Jenderal Golkar dari kalangan nonmiliter, tak kalah vital. Dia tulang punggung untuk melobi pemilik suara, terutama Ketua Golkar provinsi. Pada Ahad dinihari pekan lalu, Idrus dan Sudikerta mengumpulkan pendukung Setya di Kondotel Pecatu Graha.

Idrus meminta Ketua Golkar provinsi memaksakan pemungutan suara secara terbuka. Seorang Ketua Golkar provinsi yang hadir dalam pertemuan itu menuturkan, Idrus ingin Setya terpilih secara aklamasi. Tak hanya itu, para pemilik hak suara diingatkan ihwal uang yang sudah dikucurkan kubu Setya. Idrus hanya senyum-senyum saat dimintai konfirmasi tentang rapat ini. ”Ah, sudahlah,” ujar Idrus. Sedangkan Sudikerta memilih irit bicara: ”Memangnya saya yang mengundang?” Aburizal Bakrie mengatakan tidak ikut campur dalam kepemimpinan Setya.

”Saudara Novanto, percayalah, tidak ada matahari kembar di Golkar,” kata Aburizal saat penutupan Munaslub. Keputusan memasukkan nama Nurdin dan Idrus tak disepakati sponsor utama Setya, Luhut Pandjaitan. Penunjukan Nurdin Halid dan Idrus Marham membuat Luhut mangkel. Salah seorang di lingkaran dekat Setya menuturkan, setelah penutupan Munaslub, Luhut Pandjaitan menelepon Setya. ”Kenapa sudah diumumkan?” kata politikus ini menirukan ucapan Luhut. Setya mengakui adanya pembicaraan telepon dengan Luhut meskipun tak menjelaskan isinya.

”Ya, memang ada komunikasi,” ujarnya. Seorang anggota tim sukses Setya menuturkan, Luhut sudah menyiapkan nama purnawirawan jenderal untuk mengisi posisi ketua harian dan sekretaris jenderal. Salah satu nama yang disiapkan Luhut adalah Letnan Jenderal Purnawirawan Sumardi, Komisaris PT Pembangunan Perumahan Tbk. Sumardi sebelumnya menjadi Chief Executive Officer Toba Bara Sejahtra, perusahaan milik Luhut