Lewat Jam Ke-72

Uji saring neonatus dilakukan pada 72 hingga120 jam setelah kelahiran untuk memastikan ada atau tidak ada penyakit. Apakah Mama pernah terkena toksoplasma pada saat hamil? Bila ya, sebaik- nya lakukan uji saring neonatus begitu bayi dilahirkan untuk melihat kemungkinan bayi terkena penyakit bawaan dari ibu atau tidak.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Seperti kita ketahui, infeksi toksoplasma dapat menyebabkan bayi mengalami gangguan pendengaran, keterbelakangan mental, dan celebral palsy. Pada prinsipnya, menurut dr. Pulung Silalahi, SpA, skrining pada bayi baru lahir dilakukan bila ada kecurigaan kondisi ibu saat hamil dapat memengaruhi tumbuh kembang bayi. Selain ibu yang menderita toksoplasma, ibu yang menderita hipotiroid pun disarankan. Begitu pula ibu yang hamil di atas usia 35 tahun ke atas, ibu yang mengidap penyakit keturunan (seperti talasemia), atau ibu yang saat hamil menderita anemia.

 

“Anemia selain meningkatkan risiko keguguran, lahir prematur, serta persalinan terhambat, juga bisa menyebabkan gangguan dan kerusak an pertumbuhan otak pada janin. Karena itulah bayi dari ibu yang menderita anemia, sebaiknya melakukan uji saring neonatus.” Bayi dari ibu hamil yang terkena infeksi rubela pada trimester pertama pun, akan dianjurkan menjalani tes tersebut. Ingat, infeksi rubela dapat menyebabkan kebutaan, ketulian, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental.

“Begitu juga ibu hamil yang terinfeksi Cytomegalovirus (CMV) yang disebabkan virus Cytomegalo, Virus yang termasuk virus herpes ini, dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin,” jelas Pulung. Skrining atau uji saring neonatus adalah pemeriksaan yang dilakukan pada 72–120 jam setelah kelahiran untuk mendeteksi adanya kemungkin an penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembang bayi, bahkan berakibat komplikasi serius.

Dengan uji saring neonatus akan teridentifi kasi kelainan pada bayi, sehingga bayi dapat mendapatkan pengobatan sedini mungkin agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. PERIKSA DARAH Bagaimana uji saring neonatus dilakukan? Cukup sederhana, yaitu dengan melakukan pemeriksaan darah pada bayi. Biasanya diambil dari tumit bayi (heel prick) kemudian diteteskan pada kertas saring. Dengan pemeriksaan sederhana yang dilakukan satu kali ini, sudah bisa didapat hasil akurat tentang penyakit pada bayi.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *