Merk Lokal atau Branded?

Teknorus.com – Berpatokan pada harga jualnya saat pertama hadir di pasar, untungnya kelengkapan dan kualitas smartphone kelas menengah ini memang terus meningkat. Semuanya berkat kemajuan teknologi digital. Hukumnya, harga makin murah, kinerja makin cepat dan makin baik. Jika tahun sebelumnya, ponsel kelas menengah hanya diwakili oleh prosesor dual core dan memori RAM 512 MB, maka sekarang sudah berubah. Banyak smartphone di rentang harga kelas menengah, sudah dibekali prosesor quad core dan RAM 1 GB. Begitu pula ftur-ftur lain, terus mengalami peningkatan. Lalu bagaimana peta persaingan antara ponsel kelas menengah merek lokal dan branded?

Baca juga : WA WEB

Antara merek lokal dan branded, memang ada perbedaan desain, spesifkasi dan ftur. Merek branded terlihat serius dalam hal desain dan material casingnya. Dalam hal spesifkasi, ponsel merek lokal banyak memakai prosesor Mediatek (MTK) yang harganya terjangkau. Sementara ponsel merek branded memilih prosesor Qualcomm. Kedua prosesor ini memang bersaing ketat. Qualcomm milik perusahaan Amerika, sedangkan Mediatek dari Taiwan. Namun kedua prosesor tersebut sama-sama dibuat di Taiwan. Qualcomm diklaim lebih stabil dan lebih tahan panas.

Sementara Mediatek bersaing dengan harga murahnya. Namun sebenarnya, keduanya terus memperbaiki produknya sehingga saat dibandingkan kinerjanya terus bersaing ketat. Evercoss, merek lokal terbesar di Tanah Air memakai prosesor Mediatek di semua produknya. Menurut Janto, mereka tak melihat perbedaan permintaan dari konsumen terhadap pemakaian prosesor Qualcomm atau Mediatek. Konsumen hanya melihat dari jumlah core-nya, apakah dual core, quad core dan seterusnya. Sementara prosesor Qualcomm dipakai merek branded global seperti Sony, Samsung, LG, Acer, HTC, Nokia, Blackberry.

Yang menarik adalah merek branded lapis kedua, yang muncul dari Asia, seperti Lenovo, Acer dan Asus. Mereka lebih terbuka memakai prosesor alternatif di luar Qualcomm. Lenovo berbekal prosesor Mediatek, Acer dengan Mediatek, dan Asus memakai Intel. Kekurangan lain di merek lokal, minim aplikasi bawaan. Tak seperti ponsel branded yang sudah melengkapi dengan beragam aplikasi khusus yang menarik, termasuk integrasi ke jejaring sosial, pasar aplikasi sendiri, koneksi ke perangkat lain, hingga update frmware.

Sebut saja aplikasi bawaan di smartphone LG seperti LG Backup, Remote Call Service, Safety care, SmartShare, SmartWorld, dan Software update. Ponsel merek global juga dibekali dengan antarmuka buatan sendiri seperti Samsung TouchWiz, HTC Sense, Sony TimeScape. Selanjutnya, kualitas kamera ponsel merek lokal kalah dengan yang branded. Memang ada merek lokal tipe tertentu yang kameranya bagus seperti Mito A355 atau Evercoss A66.

Namun secara umum kualitas kameranya memang kurang. Sementara itu, kekurangan ponsel branded ada di harga. Dengan harga yang sama, konsumen biasanya mendapat prosesor lebih bagus. Jika rusak, sparepart merek branded juga cukup mahal, dan untuk mendapatkannya tak semudah spare part merek lokal. Apalagi di kota kecil. Untuk sparepart ini, ponsel merek lokal lebih mudah didapat karena banyak yang bersifat universal alias bisa dipasang di ponsel merek lokal lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *