Partai Golkar Sedang Bersaing Untuk DI Depan

Partai Golkar Sedang Bersaing Untuk DI Depan

Setya memilih politik akomodatif. Dia menyadari tujuh pendukung kompetitornya mesti ditampung. Nama yang hampir dipastikan masuk adalah Robert Joppy Kardinal, Roem Kono, dan Nurul Arifin. Tiga politikus inilah yang sehari-hari mendampingi Setya berkampanye. Robert Kardinal bahkan telah diplot mengisi posisi yang pernah diduduki Setya, bendahara partai. Masuknya Nurdin tak mengejutkan. Perannya amat sentral selama pelaksanaan musyawarah.

Selain menjadi ketua panitia pengarah, mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ini menjadi pemimpin sidang. Dia hampir tak tergantikan selama lima hari pelaksanaan suksesi kepemimpinan di tubuh partai berlambang beringin ini. Meskipun sempat terjadi baku pukul di ruang sidang, Nurdin berhasil menyelesaikan seluruh agenda Munaslub. Peran Idrus Marham, satu-satunya Sekretaris Jenderal Golkar dari kalangan nonmiliter, tak kalah vital. Dia tulang punggung untuk melobi pemilik suara, terutama Ketua Golkar provinsi. Pada Ahad dinihari pekan lalu, Idrus dan Sudikerta mengumpulkan pendukung Setya di Kondotel Pecatu Graha.

Idrus meminta Ketua Golkar provinsi memaksakan pemungutan suara secara terbuka. Seorang Ketua Golkar provinsi yang hadir dalam pertemuan itu menuturkan, Idrus ingin Setya terpilih secara aklamasi. Tak hanya itu, para pemilik hak suara diingatkan ihwal uang yang sudah dikucurkan kubu Setya. Idrus hanya senyum-senyum saat dimintai konfirmasi tentang rapat ini. ”Ah, sudahlah,” ujar Idrus. Sedangkan Sudikerta memilih irit bicara: ”Memangnya saya yang mengundang?” Aburizal Bakrie mengatakan tidak ikut campur dalam kepemimpinan Setya.

”Saudara Novanto, percayalah, tidak ada matahari kembar di Golkar,” kata Aburizal saat penutupan Munaslub. Keputusan memasukkan nama Nurdin dan Idrus tak disepakati sponsor utama Setya, Luhut Pandjaitan. Penunjukan Nurdin Halid dan Idrus Marham membuat Luhut mangkel. Salah seorang di lingkaran dekat Setya menuturkan, setelah penutupan Munaslub, Luhut Pandjaitan menelepon Setya. ”Kenapa sudah diumumkan?” kata politikus ini menirukan ucapan Luhut. Setya mengakui adanya pembicaraan telepon dengan Luhut meskipun tak menjelaskan isinya.

”Ya, memang ada komunikasi,” ujarnya. Seorang anggota tim sukses Setya menuturkan, Luhut sudah menyiapkan nama purnawirawan jenderal untuk mengisi posisi ketua harian dan sekretaris jenderal. Salah satu nama yang disiapkan Luhut adalah Letnan Jenderal Purnawirawan Sumardi, Komisaris PT Pembangunan Perumahan Tbk. Sumardi sebelumnya menjadi Chief Executive Officer Toba Bara Sejahtra, perusahaan milik Luhut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *